Tim Nasional Kroasia kembali mencetak prestasi besar. Pada November 2025, Kroasia memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Kepulauan Faroe 3–1 dalam laga Grup L Kualifikasi Zona Eropa. Kemenangan ini menegaskan bahwa Kroasia kembali menjadi salah satu kekuatan sepak bola yang patut diwaspadai, meski negara ini relatif kecil secara populasi.
Perjalanan Kualifikasi: Momentum yang Tepat
Laga kualifikasi ini sangat penting. Bermain di Stadion HNK Rijeka, Kroasia menunjukkan determinasi tinggi meski sempat tertinggal. Gol pembuka dari Faroe datang di menit ke-15 dari Geza David Turi, mengejutkan publik tuan rumah. Namun Kroasia merespons dengan cepat: delapan menit kemudian, Joško Gvardiol menebus kesalahan awalnya dengan mencetak gol dari kemelut di dalam kotak penalti, menyamakan skor menjadi 1–1.
Setelah jeda, Kroasia semakin mendominasi permainan. Pada menit ke-57, Petar Musa mencetak gol dengan satu kontrol apik dari umpan panjang Josip Stanišić, membawa Kroasia memimpin 2–1. Kemudian, pada menit ke-70, Nikola Vlašić menutup laga dengan gol ketiga lewat sontekan matang setelah assist dari Ivan Perišić.
Kemenangan ini memastikan Kroasia mengumpulkan 19 poin di Grup L, unggul enam poin dari Republik Ceko yang berada di posisi kedua, meskipun masih menyisakan satu pertandingan. Karena jarak poin terlalu jauh untuk dikejar, Kroasia secara matematis memastikan diri lolos langsung ke putaran final Piala Dunia 2026.
Pilar Pengalaman: Modric dan Perisic
Peran veteran sangat menonjol dalam keberhasilan ini. Dua nama besar, Luka Modric dan Ivan Perisic, kembali menjadi motor tim Kroasia. Modric, gelandang legendaris yang kini berusia 40 tahun, tetap menjadi figur pemimpin di lapangan. Sementara Perisic, meskipun usianya sudah mencapai pertengahan 30-an, menunjukkan energi dan pengalaman luar biasa, terutama dalam menciptakan momen-momen penting seperti assist.
Kehadiran mereka tidak hanya sebagai pemain kunci, tetapi juga sebagai inspirasi bagi generasi muda Kroasia. Mereka adalah bukti bahwa Kroasia tetap menghargai pemain senior dan pengalaman, yang sangat dibutuhkan dalam turnamen besar seperti Piala Dunia.
Makna Lolos: Lebih dari Sekadar Tiket
Bagi Kroasia, negaranya mungkin tidak besar dari segi populasi (sekitar 4 juta orang), tetapi prestasi sepak bola mereka luar biasa. Mereka sudah dua kali meraih medali di Piala Dunia: runner-up pada 2018 dan ketiga pada 2022.
Wikipedia
Dengan lolos ke Piala Dunia 2026, Kroasia menunjukkan bahwa mereka bukan hanya “tim kejutan”, melainkan tim dengan konsistensi tinggi di panggung dunia.
Lolosnya Kroasia ke Piala Dunia juga memberi kebanggaan besar bagi warga negara tersebut. Dalam sebuah kutipan setelah pertandingan, Modric menyatakan bahwa pencapaian ini “tidaklah kecil” dan bahwa Kroasia harus bangga karena terus menembus turnamen besar.
Baca juga : Prediksi Bola Swiss vs Sweden 16 November 2025
Tantangan ke Depan
Meskipun lolos, perjalanan Kroasia masih jauh dari akhir. Di Piala Dunia 2026 nanti, tantangannya akan semakin berat:
Turnamen Besar: Dengan format Piala Dunia yang berubah (48 tim akan berlaga di turnamen 2026), persaingan semakin ketat. Kroasia harus mempersiapkan skuat yang matang, karena mereka akan menghadapi tim-tim kuat dari berbagai benua.
Regenerasi Pemain: Sosok veteran seperti Modric dan Perisic kemungkinan akan mengakhiri kiprah internasional mereka dalam beberapa tahun ke depan. Kroasia perlu mempersiapkan regenerasi pemain — menggabungkan pengalaman dan tenaga muda.
Tekanan Ekspektasi: Setelah prestasi di Piala Dunia sebelumnya (2018, 2022), publik Kroasia tentu mengharapkan hasil bagus lagi. Tekanan akan tinggi, dan Kroasia harus menjaga kestabilan mental serta performa.
Strategi Taktik: Pelatih Kroasia harus menyiapkan strategi yang fleksibel untuk menghadapi berbagai gaya bermain tim lain di putaran final Piala Dunia, termasuk menghadapi tim-tim non-Eropa yang mungkin belum sering mereka jumpai.
Sejarah Kroasia di Piala Dunia
Sejarah Kroasia di Piala Dunia cukup gemilang jika dihitung dari umur negara merdeka (setelah pecah dari Yugoslavia). Berdasarkan catatan Piala Dunia:
Debut Kroasia terjadi pada Piala Dunia 1998, dan mereka langsung meraih peringkat ketiga.
Wikipedia
Di edisi berikutnya (2002, 2006), Kroasia sempat gagal berprestasi (hanya di fase grup).
Wikipedia
Mereka absen di Piala Dunia 2010, tetapi kembali di 2014.
Wikipedia
Puncaknya datang di 2018 (runner-up) dan 2022 (peringkat ketiga).
Wikipedia
Dengan lolos ke Piala Dunia 2026, Kroasia melanjutkan warisan prestasi mereka di turnamen terbesar sepak bola dunia.
Reaksi Publik dan Implikasi di Kroasia
Lolosnya Kroasia menuai respon positif besar dari penggemar dan media lokal. Media Kroasia menggambarkan momen ini sebagai “kebanggaan nasional” — bukti bahwa negara kecil bisa bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.
Di sisi ekonomi dan sosial, partisipasi di Piala Dunia membawa dampak besar:
Pariwisata: Sorotan dunia terhadap Kroasia bisa meningkat, membawa dampak positif ke pariwisata dan citra negara.
Sponsor & Investasi Sepak Bola: Klub lokal dan asosiasi sepak bola Kroasia bisa menarik lebih banyak sponsor karena prestasi tim nasional.
Motivasi Generasi Muda: Kesuksesan ini bisa menginspirasi generasi muda Kroasia untuk berkarier di sepak bola, memperkuat pengembangan akademi dan bakat lokal.
Kesimpulan
Lolosnya Kroasia ke Piala Dunia 2026 bukan hanya hasil dari pertandingan tunggal melawan Kepulauan Faroe, melainkan puncak dari perjalanan panjang, kerja keras, dan strategi matang. Dengan kombinasi pemain veteran seperti Modric dan Perisic, serta talenta muda yang terus muncul, Kroasia menunjukkan bahwa mereka siap bersaing di level tertinggi.
Tantangan ke depan memang besar, tetapi semangat “Vatreni” (julukan timnas Kroasia) tetap menyala. Dalam turnamen Piala Dunia, setiap negara punya cerita — dan Kroasia sudah menulis bab baru yang penuh harapan dan kebanggaan.
Statistik Pemain dan Performa Kroasia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Top Skor & Kontribusi Gol
Berdasarkan data per Oktober 2025:
Andrej Kramarić menjadi top skor Kroasia di kualifikasi dengan 6 gol dari 6 pertandingan.
IDN Times
+1
Ivan Perišić mencetak 3 gol dan juga membuat 3 assist dalam kampanye kualifikasi.
IDN Times
+1
Ante Budimir mencatat 2 gol di kualifikasi, dan tetap menjadi andalan lini depan Kroasia.
IDN Times
Franjo Ivanović, talenta muda Kroasia, sudah menyumbang 2 gol dan 1 assist dalam pertandingan-pertandingan kualifikasi.
IDN Times
Statistik Pertandingan & Hasil Kunci
Beberapa pertandingan penting menunjukkan dominasi dan efisiensi Kroasia:
Kroasia menang 7–0 atas Gibraltar di Kualifikasi Grup L.
Dalam pertandingan ini, pencetak golnya adalah: Mario Pašalić (menit 28), Ante Budimir (30), Franjo Ivanović (60 dan 63), Ivan Perišić (73), dan dua gol dari Andrej Kramarić (77 & 80).
Kroasia menguasai banyak kesempatan — dalam laporan disebut mereka lepas 30 tembakan, 13 tepat sasaran.
Pertandingan melawan Republik Ceko di Grup L juga sangat produktif bagi Kroasia: mereka menang 5–1.
Gol-gol Kroasia dicetak oleh:
Andrej Kramarić (dua gol, menit 42 dan 75)
Luka Modric lewat penalti (menit 62)
Ivan Perišić (menit 68)
Padang Ekspres
Ante Budimir (menit 72)
Gol balasan dari Ceko dicetak oleh Tomas Souček (menit 58).
Dalam pertandingan lain, Kroasia menekuk Montenegro 4–0 di kandang sendiri pada kualifikasi.
Dalam laga itu, Kroasia sangat dominan: penguasaan bola mencapai 74,5%, dan mereka melepaskan 32 tembakan, dengan 13 di antaranya tepat sasaran.
Jawa Pos
Salah satu gol dibuka oleh Kristijan Jakić lewat tendangan dari luar kotak penalti.
Di pertandingan penentu lolos, Kroasia mengalahkan Kepulauan Faroe 3–1.
Gol-gol Kroasia pada laga ini dicetak oleh Joško Gvardiol, Petar Musa, dan Nikola Vlašić.
Ada satu hasil imbang juga: Kroasia bermain 0–0 melawan Republik Ceko dalam partai kualifikasi lainnya.
Analisis Statistik
Produktivitas Gol: Kroasia cukup produktif di kualifikasi, terutama melawan tim-tim “lebih lemah” seperti Gibraltar, di mana mereka mencetak banyak gol dan menciptakan banyak peluang.
Kontribusi Veteran & Pemain Muda: Gabungan pemain senior (seperti Kramarić dan Perišić) dengan pemain muda seperti Ivanović sangat jelas — veteran memberi stabilitas, sementara bakat baru menambahkan dinamika.
Dominasi di Beberapa Laga: Dalam pertandingan seperti vs Gibraltar dan Montenegro, Kroasia mendominasi dari segi penguasaan bola dan jumlah tembakan — ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya mengandalkan serangan balik, tetapi bisa mengendalikan permainan.
Efektivitas Penalti: Gol Modric lewat penalti melawan Ceko menunjukkan Kroasia juga efisien dalam memanfaatkan peluang set-piece dan situasi spesial.

One comment